KESEHATAN MASYARAKAT - Sebuah tulisan mengenai khasiat daun kelor. Tumbuhan yang gampang tumbuh dan paling sering dijumpai di Nusa Tenggara Timur. Semoga tulisan ini mampu menginspirasi anda untuk mengembangkan tanaman hebat ini guna meningkatkan kesehatan keluarga dan ekonomi produktif rumah tangga. Selamat membaca!!
***
Soal yang kini menjadi keprihatinan di NTT adalah tingginya angka kematian ibu anak dan gizi buruk. Dibawah ini kami menyajikan sebuah artikel tentang khasiat daun Kelor. Sebuah aset lokal yang mudah dijumpai tetapi mulai terlupakan bahkan anda mungkin saja akan ditertawakan jika berhasrat membudidayakan pohon sayur ini di sini.
Daun kelor mudah dijumpai di pulau Timor juga di pulau-pulau lain di Nusa Tenggara Timur. Orang Timor menyebutnya daun marungge. Tanaman kelor telah digunakan oleh nenek moyang kita sebagai tanaman untuk sayur, obat atau sebagai lalapan. Tanaman ini adalah tanaman yang toleran terhadap musim kemarau yang panjang, dan bertahan hidup dengan merontokkan daunnya pada saat kemarau. Kelor termasuk jenis tumbuhan perdu yang dapat memiliki ketingginan batang 5 -11 meter.
Pohon Kelor tidak terlalu besar, batang kayunya mudah patah dan cabangnya agak jarang tetapi mempunyai akar yang kuat. Daunnya berbentuk bulat telur (oval) dengan ukuran kecil-kecil bersusun majemuk dalam satu tangkai.
Tanaman kelor mengandung gizi yang tinggi dan sangat bermanfaat untuk perbaikan gizi. Terbukti bahwa kelor telah berhasil mencegah wabah kekurangan gizi di beberapa negara di Afrika dan menyelamatkan banyak nyawa anak-anak dan ibu-ibu hamil.
Dilihat dari nilai gizinya kelor adalah tanaman berkhasiat sejati (miracletree), artinya tanaman ini bisa dimanfaatkan dari akar, batang,buah dan daun serta mengandung gizi tinggi. Kandungan gizi daun kelor segar (lalapan), setara dengan; 4x vitamin A yang dikandung wortel, 7xvitamin C yang terkandung pada jeruk, 4x mineral Calsium dari susu, 3x mineral Potassium pada pisang, 3/4x zat besi pada bayam, dan 2x protein dariyogurt. Sedangkan kandungan gizi daun kelor yang dikeringkan setara dengan; 10x vitaminA yang dikandung wortel, 1/2x vitamin C yang terkandung pada jeruk, 17xmineral Calsium dari susu, 15x mineral Potassium pada pisang, 25x zat besi padabayam, dan 9x protein dari yogurt.
Tanaman yang berasal dari negara India, dan berkembang sampaike samudera pasifik, Amerika Latin, Asia Tenggara dan Afrika ini dipakai sebagai tanaman anti-santet, atau tanaman berkhasiat untuk mengatasi ilmu hitam di Indonesia. Selain itu juga sebagian penduduk di Indonesia sudah memakaitanaman ini sebagai sayur atau lalapan serta obat tradisional. Di India kelor berkhasiat sebagai obat; anemia, anxiety,asma, bronchitis, katarak, kolera, conjunctivitis, batuk, diare, infeksi mata dan telinga, demam, gangguan kelenjar, sakit kepala, tekanan darah tidak normal, radang sendi, gangguan pernafasan, scurvy,kekurangan cairan sperma dan tuberculosis.
Di beberapa negara, tanaman kelor diolah dalam bentuk makanan seperti; tepung daun kelor, bubur, sirup, teh daun kelor, sauce kelor, biskuit kelor dan lainnya. Sementara itu di Indonesia sedikit sekali orang yang memanfaatkan tanaman kelor ini sebagai makanan. Dengan banyaknya aneka masakan yang ada Indonesia (NTT) kenapa kita tidak bisa memanfaatkan kelor sebagai bahan makanan kita sehari-hari?, apalagi dengan tingginya harga daging, susu dan telur saat ini.
Dengan banyaknya kasus kematian ibu bayi dan anak serta gizi buruk di NTT, kenapa kita tidakmemanfaatkan dan mengembangkan tanaman ini? --jika anda peduli mohon kabarkan kepada saudara-saudara anda. FARIS VALERYAN WANGGE
-------- DARI BANYAK SUMBER
-------- DARI BANYAK SUMBER

Tidak ada komentar:
Posting Komentar